Poin Penting
- Standar password internasional terbaru kini lebih mengutamakan panjang minimal 15 karakter.
- Fokus utama cara membuat password kuat adalah panjang dan keunikan frasa, bukan kerumitan simbol.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Jakarta – Dunia keamanan siber terus berevolusi, membawa perubahan signifikan pada cara kita melindungi informasi pribadi. Salah satu pilar utama keamanan digital, yaitu pembuatan password, kini mengalami pergeseran standar yang penting. Pedoman global terbaru menekankan pendekatan yang berbeda untuk memastikan kata sandi kita lebih sulit ditembus.
Perubahan ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa praktik lama seringkali justru melemahkan keamanan. Pengguna sering dipaksa membuat pola mudah ditebak demi memenuhi persyaratan kerumitan. Artikel ini akan mengulas panduan terbaru dan cara menerapkannya demi keamanan digital Anda.
Standar Password Internasional Kini Utamakan Panjang daripada Kerumitan
Cara membuat password kuat standar internasional telah berubah drastis, dengan fokus pada panjang karakter dibandingkan kerumitan. Pedoman terbaru dari National Institute of Standards and Technology (NIST) menyoroti efektivitas panjang password. Dikutip dari NIST Special Publication 800-63B Revision 4, password mandiri sebaiknya memiliki minimal 15 karakter untuk keamanan optimal. Aturan komposisi karakter wajib seperti penggunaan huruf besar, angka, atau simbol kini tidak lagi direkomendasikan.
Perubahan ini didasarkan pada riset yang menunjukkan bahwa pengguna cenderung membuat pola yang mudah diprediksi. Malwarebytes, pada Oktober 2025, mengutip pernyataan NIST bahwa memaksa pengguna memakai simbol atau angka justru memicu pola umum seperti “Password1!”. Pedoman baru juga menghapus kewajiban mengganti password secara berkala, kecuali ada indikasi kebocoran data.
Begini Cara Membuat Password Kuat Sesuai Standar Terbaru
Mengadaptasi diri dengan standar baru adalah langkah krusial dalam menjaga keamanan digital. Berikut adalah panduan praktis untuk membuat password yang kuat dan aman menurut rekomendasi terbaru:
- Prioritaskan Panjang Minimum 15 Karakter: Ini adalah fondasi utama dari standar baru. Panjang password menjadi benteng pertama yang sulit ditembus oleh serangan brute-force. Anda bisa membuat gabungan kata yang tidak berkaitan untuk mencapai panjang ini.
- Gunakan Frasa Sandi (Passphrases): Alih-alih kombinasi karakter acak, buatlah frasa yang mudah Anda ingat tetapi sulit ditebak orang lain. Contohnya adalah “HujanDerassoreIniDiJakarta” atau “KopiPahitDisoreHariSangatNikmat”. Frasa ini lebih kuat dan mudah diingat daripada “P@ssw0rd123!”.
- Hindari Aturan Komposisi Karakter Wajib: Lupakan keharusan menggunakan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan simbol pada password. Menurut NIST, aturan ini tidak efektif dan seringkali membuat password menjadi lebih lemah karena pengguna cenderung membuat pola yang mudah ditebak. Fokus saja pada panjang dan keunikan.
- Manfaatkan Pengelola Kata Sandi (Password Manager): Alat ini sangat membantu dalam membuat dan menyimpan password yang kuat serta unik untuk setiap akun Anda. Password manager dapat menghasilkan password kompleks yang panjang dan mengingatnya untuk Anda. Ini akan membebaskan Anda dari keharusan mengingat banyak kombinasi sulit.
- Aktifkan Autentikasi Multifaktor (MFA): MFA menambahkan lapisan keamanan ekstra di luar password Anda. Meskipun password Anda mungkin bocor, penjahat siber akan kesulitan mengakses akun tanpa faktor kedua seperti kode dari ponsel. Ini merupakan salah satu pertahanan terkuat terhadap peretasan.
- Jangan Ubah Password Secara Berkala Tanpa Indikasi Kebocoran: Standar baru menghapus kewajiban mengganti password setiap beberapa bulan sekali. Mengganti password terlalu sering seringkali hanya membuat pengguna memilih variasi yang mirip dengan password lama. Ganti password hanya jika ada tanda-tanda kebocoran atau jika Anda diberitahu bahwa akun Anda mungkin telah dikompromikan.
- Hindari Informasi Pribadi atau Pola Umum: Jauhi penggunaan nama, tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau urutan angka dan huruf yang mudah ditebak. Informasi semacam itu adalah target pertama bagi peretas. Pastikan password Anda tidak terhubung langsung dengan data pribadi yang mudah ditemukan.
- Gunakan Password Unik untuk Setiap Akun: Jangan pernah menggunakan password yang sama untuk beberapa akun yang berbeda. Jika satu akun diretas, semua akun Anda yang menggunakan password serupa akan berisiko. Setiap akun penting harus memiliki password yang unik.
Dampak Standar Baru bagi Keamanan Siber di Indonesia
Perubahan standar ini memiliki relevansi besar bagi pengguna di Indonesia. Dengan maraknya kasus penipuan siber, seperti modus penipuan berbasis AI, mengadopsi password yang lebih kuat menjadi sangat penting. Pengguna Indonesia perlu memahami bahwa password panjang berbasis frasa lebih aman dan mudah dikelola.
Edukasi mengenai praktik terbaik ini akan membantu mengurangi risiko insiden keamanan. Misalnya, berita tentang malware WhatsApp menunjukkan perlunya pertahanan berlapis. Menerapkan standar NIST akan memperkuat pertahanan individual terhadap ancaman siber yang terus berkembang.
Pergeseran standar pembuatan password ini adalah respons terhadap ancaman siber yang semakin canggih. Mengutamakan panjang daripada kerumitan, serta menghindari perubahan password yang tidak perlu, akan meningkatkan keamanan digital Anda secara signifikan. Jadi, pastikan Anda telah menerapkan cara membuat password kuat ini, Senarais!
Sumber: NIST Special Publication 800-63B Revision 4; Malwarebytes, Oktober 2025