Jakarta, senarai.co – TikTok Shop makin sulit diabaikan, platform ini bukan sekadar tempat orang nonton video lucu, tapi sudah jadi salah satu mesin penjualan terbesar di Indonesia.
Wajar kalau Senaraian yang sudah nyaman berjualan di Shopee mulai bertanya-tanya: apakah saatnya merambah TikTok Shop juga? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Dua platform ini berbeda secara fundamental, bukan cuma beda nama, tapi beda logika, beda strategi, dan beda cara memenangkan pembeli.
Berdasarkan data yang dilansir Kompas.com mengutip General Manager Content Operations SEA TikTok, Angga Anugrah Putra, pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia menembus lebih dari 160 juta orang per kuartal I-2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa ada lautan audiens besar di TikTok yang belum tentu aktif di Shopee hari ini.
Artikel ini membahas perbedaan Shopee dan TikTok Shop dari perspektif seller secara mendalam, siapa yang cocok ekspansi, panduan teknis cara mulai, hingga tips menjalankan dua platform sekaligus tanpa kacau operasional.
Sekilas tentang Shopee dan TikTok Shop sebagai Platform Jualan
Sebelum membandingkan keduanya, penting untuk memahami dulu dari mana masing-masing platform ini berangkat. Posisi keduanya di ekosistem e-commerce Indonesia berbeda secara mendasar.
Shopee — Marketplace Berbasis Pencarian
Shopee dibangun di atas logika pencarian. Pembeli datang ke platform dengan niat beli yang sudah terbentuk, mereka mengetik kata kunci, membandingkan harga, membaca ulasan, lalu memutuskan beli. Ini yang disebut search-based marketplace.
Di ekosistem seperti ini, seller menang dengan kombinasi harga kompetitif, foto produk menarik, reputasi toko yang baik, dan optimasi kata kunci listing. Pembeli sudah dalam mode “mau beli” sejak awal membuka aplikasi.
TikTok Shop — Platform Berbasis Konten dan Discovery
TikTok Shop bekerja dengan cara yang sepenuhnya berbeda. Pengguna membuka TikTok bukan untuk belanja, mereka datang untuk hiburan. Konten yang menarik di FYP kemudian mendorong keputusan beli yang sering kali tidak direncanakan sebelumnya.
Inilah yang disebut discovery-based social commerce. Pembeli tidak mencari produk, produk yang menemukan pembeli, lewat konten yang tepat di waktu yang tepat. Ini bukan sekadar perbedaan teknis, tapi perbedaan psikologis yang menentukan seluruh strategi berjualan.
Perbedaan Shopee dan TikTok Shop untuk Seller
Berikut perbandingan langsung dua platform dari aspek yang paling berdampak pada operasional dan strategi seller sehari-hari.
| Aspek | Shopee | TikTok Shop |
|---|---|---|
| Model Penjualan | Search-based | Content & Discovery-based |
| Modal Utama | Foto produk + harga kompetitif | Konten video + engagement |
| Ekosistem Pembayaran | ShopeePay | TikTok Pay / transfer bank |
| Program Gratis Ongkir | Gratis Ongkir Xtra | Program subsidi ongkir TikTok |
| Kurir Utama | SPX, JNE, J&T, SiCepat | JNE, J&T, SiCepat, GoSend |
| Biaya Komisi | Bervariasi per kategori | Bervariasi per kategori |
| Fitur Iklan | Shopee Ads | TikTok Ads / Promote |
| Live Selling | Shopee Live | TikTok Live Shopping |
| Seller Centre | Shopee Seller Centre | TikTok Seller Centre |
| Basis Audiens | Pembeli aktif mencari produk | Pengguna sedang mencari hiburan |
Perbedaan Model Penjualan Search vs Discovery
Bayangkan dua skenario berbeda. Pembeli Shopee sudah tahu mau beli sepatu lari, dia ketik kata kunci, bandingkan harga lima toko, baca ulasan, lalu checkout. Pembeli TikTok Shop sedang scroll FYP, tiba-tiba berhenti di video review sepatu yang lucu dan informatif, dan klik beli tanpa rencana sebelumnya.
Dua perilaku ini butuh pendekatan yang berbeda dari sisi seller. Di Shopee, Senaraian bersaing di level listing produk. Di TikTok Shop, Senaraian bersaing di level perhatian penonton, jauh sebelum mereka sampai ke halaman produk.
Perbedaan Kebutuhan Konten
Di Shopee, foto produk yang tajam, berlatar putih, dan menampilkan detail produk dengan baik sudah cukup jadi senjata utama. Di TikTok Shop, foto saja tidak akan membawa traffic organik yang berarti.
Berdasarkan dokumentasi resmi TikTok Seller Centre, platform ini secara algoritmik memprioritaskan konten yang mendapat engagement tinggi, ditonton sampai habis, dikomentari, dibagikan. Seller yang tidak aktif membuat konten video, atau tidak memiliki jaringan kreator afiliasi, akan kesulitan mendapat eksposur organik tanpa mengandalkan iklan berbayar.
Untuk memahami bagaimana cara kerja algoritma platform dalam mendorong produk ke pembeli, Senaraian bisa membaca artikel cara kerja algoritma Shopee dan faktor ranking yang harus dipahami seller, prinsip dasarnya juga relevan sebagai perbandingan dengan logika TikTok.
Perbedaan Sistem Komisi dan Biaya
Berdasarkan laporan Tirto.id tentang aturan TikTok Shop yang berlaku per 10 Juni 2025, struktur biaya TikTok Shop terdiri dari beberapa lapis. Pertama, biaya komisi platform sebesar 1%–10% tergantung kategori produk. Kedua, komisi dinamis sebesar 4%–6% per item yang dihitung dari harga produk dikurangi diskon seller. Ketiga, biaya tetap Rp1.250 per pesanan valid yang berlaku sejak Agustus 2025.
Kondisi ini menunjukkan bahwa TikTok Shop punya dua lapis komisi yang berjalan bersamaan, keduanya dipotong otomatis setelah pesanan terkirim. Senaraian perlu memasukkan semua komponen ini dalam kalkulasi harga jual sebelum listing produk. Penyesuaian tarif komisi dinamis terbaru berlaku 18 Mei 2026, selalu verifikasi angka terkini langsung di TikTok Seller Centre sebelum menentukan harga.
Perbedaan Ekosistem Afiliasi
Ini salah satu keunggulan paling konkret TikTok Shop yang tidak dimiliki Shopee dalam skala serupa. TikTok Shop memiliki sistem afiliasi bawaan yang memungkinkan seller membuka program promosi untuk kreator, baik program terbuka untuk semua kreator maupun program bertarget untuk kreator pilihan.
Berdasarkan data yang dilansir RekapCepat.id, benchmark komisi afiliasi per kategori di Indonesia berkisar antara 10%–20% untuk fashion, 15%–25% untuk kecantikan dan skincare, 3%–8% untuk elektronik, dan 8%–15% untuk makanan dan minuman. Seller hanya membayar komisi ketika produk benar-benar terjual, tidak ada biaya di depan. Ini menjadikan program afiliasi TikTok Shop lebih efisien secara biaya dibanding iklan konvensional, terutama untuk produk yang baru masuk pasar.
Perbedaan Kurir dan Pengiriman
Dari sisi kurir, keduanya menggunakan mitra yang sebagian besar sama: J&T Express, JNE, SiCepat. Namun mekanisme pengirimannya berbeda. Di Shopee, seller sudah terbiasa dengan ekosistem SPX (Shopee Express) sebagai kurir default yang terintegrasi langsung dengan platform.
Di TikTok Shop, seller mengatur pengiriman melalui TikTok Seller Centre dengan kurir yang tersedia, dan tidak ada kurir eksklusif setara SPX. Seller Shopee yang selama ini mengandalkan SPX perlu beradaptasi dengan alur pickup dan konfirmasi pengiriman yang berbeda di TikTok Shop.
Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Platform
Tidak ada platform yang sempurna, keduanya punya titik kuat dan titik lemah yang perlu dipahami secara jujur sebelum memutuskan ekspansi.
Kelebihan dan Kekurangan Shopee untuk Seller
Kelebihan Shopee:
– Pembeli sudah dalam mode beli, konversi lebih tinggi per kunjungan
– Ekosistem seller matang, tools, data, dan dukungan sudah lengkap
– Program Gratis Ongkir Xtra meningkatkan visibilitas toko secara signifikan
– Tidak butuh kemampuan produksi konten video
– Lebih mudah dikelola secara operasional, terutama untuk seller dengan volume besar
Kekurangan Shopee:
– Persaingan harga makin ketat, margin tertekan dari segala arah
– Visibilitas organik sangat bergantung pada iklan berbayar (Shopee Ads)
– Tidak ada mekanisme viral organik seperti FYP TikTok
– Sulit membangun brand awareness, pembeli lebih loyal ke harga, bukan ke toko
Kelebihan dan Kekurangan TikTok Shop untuk Seller
Kelebihan TikTok Shop:
– Potensi viral organik: satu video bagus bisa bawa ribuan pesanan dalam semalam
– Ekosistem afiliasi bawaan yang efisien: bayar komisi hanya saat produk terjual
– Membangun brand awareness sekaligus penjualan dalam satu platform
– Audiens besar dan beragam: 160 juta+ pengguna aktif per bulan di Indonesia
– Seller baru mendapat 50 pesanan pertama bebas biaya pemrosesan
Kekurangan TikTok Shop:
– Butuh kemampuan atau tim produksi konten video secara konsisten
– Konversi lebih tidak terprediksi, bergantung pada performa konten
– Struktur biaya berlapis dan berubah cukup sering
– Seller centre dan ekosistem tools masih berkembang dibanding Shopee
– Tidak cocok untuk produk yang tidak punya daya tarik visual kuat di video
Siapa yang Cocok Ekspansi ke TikTok Shop?
Tidak semua seller Shopee siap untuk TikTok Shop, dan itu bukan masalah. Lebih baik tahu lebih awal daripada masuk setengah hati lalu hasilnya tidak optimal.
Seller dengan Kemampuan Produksi Konten Video
Ini syarat paling mendasar. Bukan harus sekelas videografer profesional, tapi minimal mampu membuat konten video produk yang informatif dan menarik secara konsisten, minimal 3–5 video per minggu di awal. Seller yang tidak punya waktu atau kemampuan ini bisa menggantinya dengan mengaktifkan jaringan kreator afiliasi.
Produk dengan Daya Tarik Visual Tinggi
Produk yang bisa “ditampilkan” secara menarik dalam video punya keunggulan besar di TikTok Shop. Kategori fashion, kecantikan, skincare, makanan dan minuman, dekorasi rumah, dan gadget aksesoris masuk kategori ini. Produk yang fungsi atau tampilannya sulit dikomunikasikan lewat video pendek akan lebih berat bersaing.
Brand Lokal yang Ingin Membangun Awareness
Kalau selama ini toko di Shopee hanya dikenal dari harga murahnya, TikTok Shop memberi kesempatan untuk membangun identitas brand yang lebih kuat. Video yang konsisten membangun narasi brand, bukan sekadar promosi produk — terbukti membentuk loyalitas pembeli yang lebih tahan terhadap perang harga.
Seller yang Sudah Stabil di Shopee dan Siap Ekspansi
TikTok Shop bukan pelarian dari Shopee yang sepi, tapi ekspansi dari Shopee yang sudah stabil. Seller yang masih berjuang memenuhi operasional dasar di Shopee akan lebih berat mengelola dua platform sekaligus. Idealnya, operasional Shopee sudah berjalan semi-otomatis sebelum memulai ekspansi.
Cara Mulai Berjualan di TikTok Shop bagi Seller Shopee
Berikut panduan teknis step-by-step yang bisa langsung Senaraian ikuti. Berdasarkan dokumen resmi TikTok Seller Centre yang diperbarui Juni 2025, proses registrasi seller memakan waktu 1–3 hari kerja untuk verifikasi dokumen.
Langkah 1 — Buat atau Pisahkan Akun TikTok untuk Bisnis
Jangan gunakan akun TikTok pribadi untuk berjualan. Buat akun baru khusus bisnis agar konten produk tidak bercampur dengan konten personal. Akun bisnis juga memberi akses ke fitur analitik toko, TikTok Ads, dan dashboard Seller Centre yang tidak tersedia di akun personal. Satu hal kritis: akun organisasi tidak bisa digunakan untuk mendaftar TikTok Shop — harus akun personal yang dialihkan ke mode bisnis.
Langkah 2 — Daftar sebagai Seller di TikTok Seller Centre
Buka seller.tiktokglobalshop.com atau akses melalui aplikasi TikTok → menu TikTok Shop Seller Centre. Klik Daftar, masukkan nomor telepon atau email, dan verifikasi akun. Nama toko bisa diisi dengan nama brand atau toko, maksimal 40 karakter.
Langkah 3 — Lengkapi Verifikasi Identitas dan Dokumen Toko
Siapkan KTP atau SIM yang masih berlaku (untuk individual), rekening bank aktif atas nama sendiri, dan nomor telepon serta email valid. Untuk badan usaha, diperlukan NIB dan akta pendirian. Proses verifikasi memakan waktu maksimal 48 jam hingga 3 hari kerja, pastikan semua dokumen terbaca jelas sebelum diunggah.
Seller yang baru pertama kali mendaftar juga mendapat keuntungan: 50 pesanan pertama bebas biaya pemrosesan order — manfaatkan momen ini untuk mengoptimalkan listing produk dan proses pengiriman sebelum volume meningkat.
Langkah 4 — Upload Produk dan Atur Harga
Masuk ke dashboard Seller Centre → Produk → Tambah Produk. Isi judul, deskripsi, kategori, harga, dan stok. Ingat bahwa harga di TikTok Shop perlu mempertimbangkan komisi platform (1%–10%), komisi dinamis (4%–6%), dan biaya tetap Rp1.250 per pesanan. Kalkulasikan semua komponen ini sebelum menentukan harga jual.
Langkah 5 — Atur Kurir dan Metode Pengiriman
Pilih jasa kirim yang tersedia di TikTok Seller Centre sesuai jangkauan dan kebutuhan toko. Pastikan kurir yang dipilih kompatibel dengan area gudang atau lokasi toko. Atur batas berat dan dimensi paket sesuai spesifikasi produk — ini penting untuk menghindari selisih ongkir saat checkout.
Langkah 6 — Buat Konten Pertama dan Hubungkan ke Produk
Ini langkah yang membedakan TikTok Shop dari Shopee. Buat video produk pertama, bisa berupa unboxing, demo penggunaan, atau review singkat. Di caption atau saat pengeditan video, hubungkan produk yang relevan menggunakan fitur tag produk TikTok Shop. Setiap kali penonton mengetuk tag tersebut, mereka langsung diarahkan ke halaman produk.
Langkah 7 — Aktifkan Program Afiliasi jika Tersedia
Setelah toko aktif, pertimbangkan membuka Program Afiliasi TikTok Shop. Pilih Program Terbuka agar semua kreator bisa mempromosikan produk, atau Program Bertarget untuk kreator pilihan. Tetapkan komisi afiliasi yang kompetitif sesuai kategori produk, dan ingat, Senaraian hanya membayar saat produk benar-benar terjual. Ini salah satu cara paling efisien untuk mendapat traffic tanpa harus selalu membuat konten sendiri.
Untuk memahami lebih lanjut tentang cara mengelola operasional toko online yang makin kompleks setelah ekspansi ke dua platform, Senaraian bisa membaca cara mengelola operasional jualan online mengatasi pengiriman, komplain, dan masalah pembeli.
Tips Menjalankan Shopee dan TikTok Shop Secara Bersamaan
Mengelola dua platform sekaligus bukan tidak mungkin, tapi butuh sistem yang rapi agar tidak terjadi kekacauan operasional. Berikut empat prinsip dasar yang perlu Senaraian pegang.
Pisahkan Strategi Konten untuk Setiap Platform
Jangan copy-paste konten dari satu platform ke platform lain. Konten untuk Shopee fokus pada foto produk berkualitas, deskripsi kaya kata kunci, dan harga bersaing. Konten untuk TikTok Shop fokus pada video yang menarik perhatian dalam tiga detik pertama dan mendorong penonton untuk klik tag produk. Dua pendekatan yang berbeda untuk dua audiens yang berbeda.
Sinkronisasi Stok agar Tidak Oversell
Ini tantangan operasional paling umum saat mengelola dua platform. Gunakan catatan stok terpusat, bisa sesederhana spreadsheet yang diupdate setiap hari atau pertimbangkan tools manajemen multi-platform jika volume sudah cukup besar. Oversell di salah satu platform akan berdampak langsung pada performa toko dan poin penalti.
Untuk tips praktis mengelola stok agar tidak sering habis atau menumpuk, Senaraian bisa membaca cara kelola stok barang Shopee biar tidak habis dan tidak numpuk.
Manfaatkan Konten TikTok untuk Mengarahkan Traffic ke Shopee
Dua platform tidak harus bersaing, bisa saling mendukung. Konten TikTok yang viral bisa membangun awareness brand, dan sebagian penonton yang penasaran akan mencari toko di Shopee untuk membandingkan harga atau membaca ulasan lebih detail. Pastikan nama toko di kedua platform konsisten agar mudah ditemukan.
Tentukan Produk Unggulan yang Berbeda per Platform
Tidak semua produk cocok untuk semua platform. Pilih produk dengan daya tarik visual tinggi untuk dijalankan agresif di TikTok Shop. Produk dengan kompetisi harga ketat dan volume besar tetap dioptimalkan di Shopee. Strategi ini mengurangi risiko kanibalisasi antar platform dan memaksimalkan potensi masing-masing ekosistem.
FAQ Perbedaan Shopee dan TikTok Shop untuk Seller
Q: Apakah bisa menggunakan akun TikTok pribadi untuk berjualan di TikTok Shop?
A: Bisa, namun tidak disarankan. Seller disarankan membuat akun TikTok khusus bisnis agar konten produk tidak bercampur dengan konten pribadi. Akun bisnis juga memberi akses ke fitur analitik toko, TikTok Ads, dan dashboard Seller Centre yang tidak tersedia di akun personal biasa.
Q: Apakah produk yang dijual di Shopee bisa langsung dijual di TikTok Shop tanpa perubahan?
A: Secara produk, bisa. Namun foto dan deskripsi saja tidak cukup di TikTok Shop. Platform ini sangat bergantung pada konten video untuk mendorong penjualan. Seller yang hanya memindahkan listing produk tanpa strategi konten cenderung tidak mendapat traffic organik yang signifikan di TikTok Shop.
Q: Berapa komisi yang dikenakan TikTok Shop kepada seller?
A: Besaran komisi TikTok Shop bervariasi tergantung kategori produk dan status seller. Secara umum komisi berkisar antara 1–5% per transaksi. Seller baru sering mendapat periode promosi dengan komisi lebih rendah. Cek kebijakan terbaru langsung di TikTok Seller Centre karena angka ini dapat berubah sewaktu-waktu.
Q: Mana yang lebih menguntungkan untuk seller UMKM, Shopee atau TikTok Shop?
A: Tidak ada jawaban tunggal karena bergantung pada jenis produk, kemampuan produksi konten, dan target audiens. Shopee lebih cocok untuk seller yang mengandalkan harga kompetitif dan volume transaksi. TikTok Shop lebih menguntungkan untuk produk yang punya daya tarik visual kuat dan seller yang aktif membuat konten video. Idealnya, keduanya dijalankan paralel dengan strategi yang berbeda.
TikTok Shop bukan pesaing Shopee yang harus ditakuti dan Shopee bukan platform lama yang harus ditinggalkan. Keduanya adalah medan perang berbeda dengan aturan main yang berbeda pula. Senaraian yang sudah memahami perbedaan ini punya keunggulan nyata: bisa memilih kapan bermain di lapangan pencarian, dan kapan bermain di lapangan konten atau keduanya sekaligus.